Blog Si ARA

Minggu, 22 Januari 2017

Alat Ini Mampu Menganalisa DNA Seseorang

penganalisa DNA

Teknologi terus berkembang seiring perkembangan jaman, bahkan untuk menganalisis DNA bisa dilakukan menggunakan kamera smartphone, tentunya dengan menggunakan alat tambahan, seperti yang myfashionforest.com kutip dari liputan6 berikut.
Tim peneliti University of California, Los Angeles dan Stockholm University mengumumkan telah membangun sebuah mikroskop berbasis kamera smartphone. Mikroskop ini mampu mendeteksi DNA. Demikian dikutip dari BBC dan BGR, Minggu (22/1/2017).

Hal ini berarti, dokter kini bisa melakukan analisis molekuler pada hal-hal seperti tumor, di tempat-tempat yang tidak memiliki laboratorium medis lengkap layaknya rumah sakit atau fasilitas kesehatan lengkap lainnya. Aksesori ini, secara teoretis, memungkinkan dokter antara lain melakukan diagnosis kanker hampir di mana pun.

Para peneliti, yang menerbitkan karyanya di jurnal Nature Communications, membayangkan bahwa teknologi mereka akan berdampak positif di bidang telemedis yang saat ini tengah tumbuh.

"Diagnostik molekuler merupakan kebutuhan yang belum terpenuhi, sehubungan dengan keterbatasan sumber daya," tulis para peneliti. "Manajemen yang efisien dari berbagai kondisi penyakit sangat dibatasi oleh kurangnya informasi molekuler."

Aksesori yang dirancang menggunakan 3D printer ini mengubah smartphone standar--sebagai contoh, tim peneliti menggunakan Windows Phone, tetapi mungkin aksesori ini bisa bekerja dengan smartphone apa saja--menjadi mikroskop yang memungkinkan untuk melakukan analisis dan pencitraan urutan DNA.

Cara kerjanya sangat mudah. Tenaga medis hanya perlu menempatkan sampel jaringan ke wadah yang tersedia secar built-in di aksesori ini.

Smartphone kemudian menandai sejumlah gambar dari sampel yang dihasilkan dan kemudian memprosesnya untuk menghasilkan informasi melalui suatu algoritma, yang dirancang untuk mengidentifikasi DNA tumor atau mutasi genetik yang tersembunyi di dalam jaringan normal.

Menurut UCLA, aksesori ini dapat dibanderol dengan harga lebih murah dari US$ 500, jika dapat diproduksi secara massal. Sebagai perbandingan, harga mikroskop dengan kemampuan serupa antara US$ 10.000 hingga $ 50.000, bahkan lebih tinggi.
0

0 komentar:

Posting Komentar